Super Business and The Art of Supercar Construction

Bayangkan! Sebuah mobil super canggih yang sanggup berlari sampai 387 km/jam! Di
dalam dapur pacu tertanam mesin tipe V12 yang berkapasitas 6,3 liter dan
sanggup memuntahkan daya sebesar 840 tenaga kuda. Tenaga yang cukup buas untuk
berakselerasi dan menjawab tantangan adrenalin. Dari luar ia menyeringai dengan
tongkrongan-nya yang sangat sporty dan elegan, seakan-akan ia menantang siapa
saja untuk berlari bersamanya.
Mobil-mobil tersebut memang sangat luar biasa dan dapat membuat banyak orang
memiliki impian untuk menyimpan sebuah di garasi rumahnya.

Memang ada beberapa orang, sedikit sekali, memiliki mobil-mobil itu. Selebihnya,
inilah kecanggihan seorang manusia, tidak sedikit orang yang memodifikasi
mobilnya agar dapat berlari, atau minimal memiliki rupa yang mirip dengan
mobil-mobil tersebut. Namun tetap saja mobil itu bukanlah mobil super walaupun
casing-nya mirip dan larinya agak mendekati.

Fenomena mobil super bajakan, yang membongkar pasang mobil biasa dengan
meng-install komponen mobil super, juga sering terjadi dalam sebuah perusahaan.
Sebagai ilustrasi, karena cita-citanya yang tinggi dan ingin besar dalam waktu
yang sangat cepat, si pemilik memutuskan untuk berinvestasi dalam sebuah mesin
produksi paling mutakhir di dunia, dengan mengeyampingkan komponen pendukung
mesin itu. Setelah beberapa bulan, si pemilik marah-marah karena investasinya
tidak ada hasilnya sama sekali.

Analoginya sama saja dengan dia memasang sebuah mesin Ferrari V12 ke dalam mobil
Fiat tahun 60an dengan susah payah. Pada awalnya mungkin bisa bertahan, namun
karena spesifikasinya tidak sesuai, Fiat itu hancur perlahan-lahan. Mesin super
hanyalah satu komponen dalam sebuah mobil super. Mesin ini tidak dapat berjalan
tanpa kehadiran body super, cat super, knalpot super, rem super, bahan bakar
super, dan komponen super lainnya dengan disain khusus untuk mobil tersebut.
Bila semua komponen supernya lengkap, barulah kita dapat menyebutnya sebagai
mobil super dan berkinerja dengan super pula.

Sebuah perusahaan super tidak lah diukur dari produknya saja super dan menjadi
penguasa pasar. Produk itu hanyalah secuil bagian yang paling terlihat oleh mata
kita. Padahal untuk dapat menghasilkan produk super, perusahaan perlu memiliki
organ-organ perusahaan super, seperti manajemen super, marketing super, super
strategi, sumber daya manusia dengan kualitas super, implementasi super, IT
super, dan organ-organ super lainnya.

Idealnya, untuk membentuk perusahaan super dilakukan pada saat masih di dalam
“kandungan” dan langsung menunjukkan kekuatan supernya begitu ia lahir. Namun
pada kenyataannya, sama seperti manusia, perusahaan pun akan merangkak sebelum
berlari kencang. Memang kecil kemungkinannya ke-SUPER-an perusahaan dapat
langsung tercapai pada awalnya, tetapi ke-SUPER-an harus di-TARGET-kan dari awal
masa pembentukan perusahaan.

jadi siapa yang telah mempersiapan bisnisnya menjadi sebuah bisnis
yang super?????

http://www.firdausindrajaya.co.cc
http://www.sbc-consulting.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s