Rugi Kok Dipertahankan

beberapa waktu yang lalu saya mendapati sebuah fenomenan dalam dunia, yang bagi saya ini bukanlah sesuatu yang biasa. apa yang saya temui adalah sebuah kondisi dimana masih ada pebisnis yang masing mau dan masih menjalankan salah satu bisnisnya walaupun mengalami kerugian karena lebih besar pasak dari pada tiang, di saat yang lain saya menemukan sebuah situasi yang kurang lebihnya sama, namun dalam skenario yang berbeda dimana bisnis yang sudah didirikan itu dibiarkan saja tanpa ada pengelolaan yang serius sehingga tidak terjadi turn over dalam usaha kersebut dikarenakan pemilik fokus untuk mengurusi bisnis lainnya yang dianggapnya lebih produktif dan menghasilkan.

 

kemudian saya berfikir, sebenarnya apa yang ada di benak para pebisnis yang melakukan hal tersebut, bukankan membangun sebuah bisnis itu tidak hanya sekedar menyertakan modal saja, tapi juga ada resiko bawaan dari bidang usaha yang didirikan. atau inikah sebuah budaya dalam bisnis kita, dimana kita itu akan kembali bertingkah laku seperti anak kecil yang ketika mendapatkan mainan baru maka yang lama akan ditinggalkan? apakah harus seperti itu kita dalam berbisnis. atau karena alasan prestise, ingin memiliki link bisnis agar terliihat gagah sebagai seorang pengusaha.

 

apapun alasan yang ada di kepala para pebisnis tersebut, tentunya secara matematika bisnis keputusan untuk mengambil tindakan seperti itu sama sekali tidak menguntungkan. mengapa demikian ? :

 

  1. membiarkan kerugian yang terjadi terus menerus hanya akan mengurangi nilai laba kita karena secara akuntansi kita akan mengkonversikan kerugian tersebut sebagai biaya yang akan mengurangi pendapatan kita.
  2. karena tidak terjadi turnover, maka kita pelan-pelan telah mengurangi nilai aset yang telah ditanam dalam bisnis tersebut tanpa bisa memberian kontribusi atas pendapatan bagi kita.
  3. membuang sia-sia waktu, tenaga dan modal yang sudah dicurahkan ketika membangun usaha tersebut
  4. tidak akan membuat likuiditas dalam portofolio bisnis kita menjadi lebih baik.

 

Lalu apa yang perlu dilakukan  ?

  • fokuskan diri anda juga untuk memikirkan kondisi bisnis anda yang lain dan gunakan konsentrasi anda untuk melakukan evaluasi atas kondisi bisnis anda tersebut.
  • jika anda tidak punya cukup waktu untuk bisa fokus dengan perusahaan anda ini, buatlah team yang bisa menangani secara profesional setiap sendi aktivitas yang ada di dalam perusahaan.
  • mulailah untuk melakukan perubahan dengan cara temukan penyebab permasalah yang ada dalam bisnis anda dan mulai untuk melakukan transformasi didalamnya
  • buatlah strategi-strategi yang bersifat jangka pendek terlebih dahulu agar transaformasi yang dilakukan tidak terasa berat ketika dalam fase implementasinya.

“Mulailah dengan Tindakan”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s