Pesan Dari Sebuah Kegagalan

Dalam sebuah kesempatan di yogyakarta saya memenuhi undangan acara kolega bisnis saya disana. Dalam acara kolega saya tesebut, saya diperkenalkan ke salah satu pengusahan besar dan senior yang menjadi dewan penasehat di salah satu asosiasi pengusaha di yogyakarta. Secara penampilan beliau memang terkesan biasa2 saja, tidak tampak seorang figur pengusaha besar, padahal acaranya setahu saya ada dress codenya tapi beliau menjadi orang yang berbeda karena penampilan beliau yang tekesan apa adanya diacara tersebut, namun begitu banyak orang yg menghormati beliau dan dari pembicaraan dengan kolega saya, saya baru tahu bahwa beliau juga adalah salah satu sahabat Sultan HB XI.

Berkat bantuan kolega saya akhirnya saya berkesempatan untuk bisa ngobrol banyak sepanjang acara jamuan makan malam di acara tersebut bersama beliau dan beliau tidak sungkan-sungkan untuk menceritakan pengalaman bisnis beliau yang penuh liku serta suka dan duka. Bagaimana perkembangan bisnis beliau dari jalanan hingga memiliki multi bisnis yang beromzet milyaran bahkan ada yang sudah bernilai triliunan. Dari sekian banyak yang saya pelajari dari cerita dan falsafah bisnis beliau, yang menarik dan ingin saya bagikan adalah sebuah pesan yang tersembunyi dari sekian banyak kegagalan dan kejatuhan dalam bisnis beliau yang bisa menjadi pelajaran untuk kita

Dari sekian banyak cerita kegagalan yang sudah beliau alami, ada 4 hal yang bisa saya sarikan sebagai pelajaran, bahwa sebagai pebisnis, kita harus mengetahui 4 hal :

1. Tau Waktu
Sebagai pebisnis kita harus mampu memanfaatkan dan menciptakan momentum2 untuk bisa meleverage bisnis kita. Jangan menjadi pasif dengan hanya menunggu momentum itu datang, tapi harus bisa lebih aktif dengan mampu menciptakan momentum2 yang tepat dan cocok untuk meleverage bisnis kita. Salah satu caranya adalah  dengan proses perencanaan yag efektif pada 2bisnis anda yang didasari oleh pemahaman kita akan blueprint dari bisnis yang kita miliki, sehingga kita bisa mengukur dan mengetahui dengan tepat kapan sebuah momentum akan mampu meleverage bisnis kita.

2. Tau diri
Sebagai pebisnis kita harus bisa lebih mengenal siapa diri kita dan apa kemampuan tebaik yang kita miliki, dan bagaimana hal tesebut bisa menjadi salah satu kekuatan terdahsyat dalam bisnis anda. Seringkali dengan alasan efisien dan ekonomis, kita sering mengambil keputusan2 yg pada akhirnya tidak mampu menciptakan sinergi yang optimal dan justru  menenggelamkan kekuatan terbesar dalam bisnis kita. Salah satu contoh dari cerita yang beliau sampaikan adalah, diawal bisnisnya, beliau sering mengambil alih menjalankan beberapa fungsi vital dalam bisnis secara bersamaan yang menyebabkan power yang dimiliki terkuras dan tejebak pada aspek2 teknis saja, sehingga sudah tidak sempat lagi memiliki power yg optimal untuk memikirkan aspek strategi yang juga tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan aspek tenis dalam bisnis kita.

3. Tau Batas
Setiap pebisnis pasti menginginkan pertumbuhan yang substasial terjadi dalam bisnisnya, namun hal itu tidak akan bisa tejadi jika kita membiarkan pertumbuhan itu bergerak secara alamiah sering waktu, pertumbuhan bukan sesuatu yang tidak bisa kita tentukan dan kita kontrol…dengan sebuah perenncanaan bisnis yang komprehensif, kita akan bisa menentukan dan mengukur setiap pertumbuhan yang kita inginkan dari waktu ke waktu. Namun dalam mengembangkan bisnis kita, kita harus tau sampai dimana streching yang bisa kita lakukan pada semua aspek yang ada dalam bisnis kita. Jangan pernah memaksakan sesuatu yang diluar kemampuan anda, hanya untuk mengejar sesuatu yang hanya jangka pendek. Misalnya, jika anda ingin meningkatkan omset anda, minimal ada 2 strategi pilihan yang bisa anda lakukan, yaitu melalui vertical growth atau horizontal growth dalam aspek marketing anda. Pilihan vertikal atau horizontal harus juga memperhatikan batas kemampuan yang dimiliki oleh usaha anda, sehingga jangan sampai action yang anda lakukan dari pilihan strategi yang anda pilih akan menjadi inefisiensi yang mengakibatkan pemborosan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s