Personal Brand Help Your Corporate Brand

Secara sederhana dapatkan anda mendefinisis yang dimaksud dengan “Brand” ? dalam berbagai seminar atau buku yang ada baca anda dapat mendapati berbafai sudut pandang orang dalam memahami dan menterjemahkan apa yang dimaksud dengan sebuah Brand. Namun menurut saya, definis paling sederhana untuk memahami sebuah Brand adalah sekumpulan persepsi yang ada di dalam pikiran konsumen anda. Jadi sebuah brand harus mampu melekat dan terpikirkan oleh konsumen ketikan dia membutuhkan sesuatu. apa yang membuat sebuah brand bisa melekat dan masuk dalam alam pikiran konsumen kita, setidaknya ada 2 nilai yang harus kita perhatikan pada membangun brand anda. Pertama, “sense of curious”, sebuah brand yang baik harus mampu menyentil perasaan ingin tahu dari konsumennya dengan memanfaatkan berbagai media yang ada. Anda bisa menciptakan rasa ingin tahu konsumen tersebut melalui statement-statement dalam publikasi anda yang mampu membuat meraka yang melihat atau membaca nya menjadi bertanya-tanya, kira- kira bentuknya seperti apa ya? kira-kira rasanya seperti apa ya? kira-kira manfaatnya buat saya bagaimana ya?, dll.

 

Kedua, “Trust”, kesuksesan sebuah brand tidak hanya diukur dari seberapa besar aktifitas brand tersebut mampu mempengaruhi penjualan semata, namun juga bagaimana aktifitas brand tersebut bisa mempengaruhi persepektif konsumen anda dan pada akhirnya mereka bisa merasa puas dan loyal pada produk anda. Harus diingat bahawa sebuah brand itu lahir dari sebuah pengalaman dan merefleksi reputasi brand itu sendiri. Sebuah kepercayaan bisa terbangun salah satunya disebabkan karena kita memiliki sebuah reputasi. Untuk bisa membangun sebuah reputasi tentu tidaklah mudah, dibutuhkan sebuah proses yang panjang agar reputasi kita bisa memberikanvalue added bagi brand anda.

 

Bagi perusahaan kecil, penilaian keberhasilan brand yang mereka miliki hanya terukur pada seberapa besar permintaan pasar akan produk mereka. Menurut saya demand yang muncul bisa saja disebabkan oleh berbagai faktor, dan salah satunya mungkin disebakan oleh brand yang anda miliki. Pertanyaanya adalah seberapa besar permintaan barang yang anda dapat itu dipengaruhi oleh perspektif brand  anda di mindset konsumen yang membeli produk anda.  ingat, konsumen akan berpotensi membeli produk yang pertama kali terlintas dalam pikirannya. Anda harus mampu membangun sebuah strategi branding yang menyentuh aspek psikologi dari konsumen anda agar bisa menjadi bagian dari apa yang konsumen anda pikirkan. Sebagai contoh sederhana, ketika orang ditanya apa yang terlintas di pikirannya pertama kali ketika ditanya soal pasta gigi, maka mayoritas mereka akan menjawab “Pepsodent”, atau apa yang terpikirkan oleh meraka tentang makanan cepat saji, maka mayoritas akan menjawab ‘McD”.

 

Keberhasilan sebuah brand untuk masuk ke dalam mindset pikiran konsumen salah satunya ditunjang oleh reputasi yang dimiliki dan mengelilingi brand itu sendiri, dan kita tau bahwa untuk membangun reputasi sebuah brand membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan proses yang panjang. Oleh karena itu kita harus menunjang brand kita dengan membangun reputasi yang ada di sekitar brand kita, dan anda bisa memulainya dengan membangun personal brand yaitu diri anda sendiri. Sudah banyak terbukti perusahaan-perusahaan besar di dunia mulai mengandalkan personal brand untuk men-streching range dari brand mereka yang sudah ada, sebut saja Steve Job (Alm) – APPLE, Oprah Winfrey – O Network, Bill Gates – Microsoft inc, Richard Bronson – Virgin. Terdapat sebuah kesamaan pola yang melekat pada keberhasilan mereka dalam membangun personal branding mereka agar bisa bersineri dengan corporate branding yang mereka miliki. Kesamaan tersebut ada pada personal branding yang berhasil mereka bangun yang didarkan pada 3 nilai fundamental, yaitu Simpel, Unik, Fokus.

 

berbicara mengenai konteks dari sebuah personal branding, maka akan terkait dengan 2 pertanyaan mendasar ketika kita ingin membangun sebuah personal branding , what you know ? dan how you share? karena personal branding bertujuan menjadi diri anda expert pada sesuatu yang anda kuasai, dan itu adalah bisnis anda. jadilah orang  yang memiliki pemahaman lebih baik mengenai  seluk beluk bisnis yang anda miliki. Jika bisnis anda bergerak di bidang kosmentik, maka jadilah orang yang mampu berbicara soal dunia serta seluk beluk bisnis kosmetik. personal branding itu bicara mengenai bagaimana anda mampu menciptakan sebuah pesan dari yang anda kuasai dan bagaiman anda ingin orang lain memahami apa yang anda sampaikan tersebut dan meresepon balik atas apa yang anda sampaikan. jadi bottom line dari personel branding adalah bagaimana anda bisa membuat orang tertarik dengan apa yang anda lakukan.

 

Sebuah personal branding yang baik akan mampu memberikan nilai tambah bagi corporate brand perusahaan dengan :

  • Meningkatkan aspek publisitas dan visibilitas brand perusahaan
  • membantu membangun kreditas perusahaan
  • meningkatkan Engagement Levels perusahaan di pasar
  • memperluas pengaruh brand perusahaan di pasar
  • membangun koneksi personal ke brand perusahaan
  • menimbulkan apa yang disebut halo effect (dimana hampir semua orang mempunyai deskripsi dan paradigma yang (hampir) sama untuk sebuah brand product)

begitu besarnya efek yang bisa dihasilkan oleh sebuah personel brand bagi perusahan anda. mungkin sudah waktunya anda untuk membangun personal brand anda sendiri. untuk itu anda perlu menjawab 5 pertanyaan ini sebelum anda ingin membangun personal brand anda :

  1. Apa tujuan personal brand yang anda buat ?
  2. nilai apa yang ingin ada lekatkan pada personal brand tersebut ?
  3. apa yang paling anda minati dan kuasai?
  4. apa motivasi yang anda miliki ?
  5. apa yang membuat anda patutu diperhatikan?
jika anda sudah bisa menjawab pertanyaan diatas maka sudah memiliki modal awal untuk bisa membangun sebuah personal branding. yang anda butuhkan selanjutnya adalah adan harus paham betul konsekuensi ketika anda membangun sebuah personel branding. terdapat beberapa aturan dasar yang harus anda pegang sebagai panduan dalam membangun personal branding anda :
Rule #1 : Be Diligent (rajin)
Rule #2 : Be Consistent (konsisten)
Rule #3 : Be Relevant (relevan)
Rule #4 : Be Interesting (menarik)
Rule #5 : Be Yourself (diri sendiri)
Waktunya sekarang untuk bergerak, dan ada sebuah quote yang menarik dari Tom Peters, seorang Pebisnis besar dunia, :
“We are CEOs of our own companies: Me Inc. To be in business today, our most important job is to be head marketer for 
the brand called you”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s