Marketable or Not ?

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan bertemu dengan beberapa kolega yang dulunya kami sama-sama bergerak dibidang distribusi di berbagai perusahaan distributor di surabaya. Dari pertemuan tersebut ternyata banyak teman-teman yang memutuskan untuk mengambil langkah cerdas dengan melepaskan karirnya dan memilih menjadi pengusaha, berbagai macam cerita yang saya dengarkan dengan pengalaman jatuh bangun  ketika mereka mulai menjalankan bisnis mereka.

Saya sangat kagum dengan daya juang mereka yang tidak pernah menyerah, mungkin karena mereka semua adalah orang-orang yang matang di dunia marketing khususnya distribusion chanell yang dikenal dengan pressure yang tinggi dan beban kerja yang berat, menjadikan meraka lebih tangguh dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi setiap perubahan-perubahan baik yang menguntungkan maupun merugikan. yang menarik dalam kesempatan itu adalah sebuah pertanyaan sederhana yang dilontarkan oleh salah rekan saya, mengenai apa produk yang paling marketable saat ini ? hal ini ditanyakan kerena beliau ingin melakukan diversifikasi atas produk dari usaha yang sedang dijalaninya saat ini.

Pertanyaan seperti ini adalah tipikal pertanyaan yang sering kali muncul awal kita ingin memulai sebuah usaha. setelah melalui proses diskusi yang seru diantara kami, akhirnya kami menyadari bahwa sebenarnya setiap produk itu marketable. Karena setiap produk diciptakan pasti karena ada peluang dan kebutuhan, dan itu adalah potential market dari produk itu sendiri. sehinggan saya simpulkan bahwa sebenarnya marketable atau tidaknya sebuah produk tergantung pada 2 elemen dasar yang saya wakilkan dalam 2 kata yaitu “Who” and “How”

WHO, menggambarkan kepada siapa produk tersebut akan kita jual, atau secara sederhananya siapa yang akan menjadi target market dari produk yang akan kita jual. Kesalahan dalam membidik siapa yang sebenarnya tepat menjadi target pengguna produk kita hanya akan membuat produk kita akhirnya hanya akan menjadi pajangan di display atau memenuhi gudang kita saja. Dengan memahami kebutuhan dari konsumen maka kita akan tau sasaran dari pengguna produk kita, dan itu berarti produk kita berpotensi marketable.

HOW, memilih target market yang tepat hanya separuh jalan dari upaya untuk mengembangkan potensi marketable dari produk kita. eleman yang kedua adalah aspek How, yaitu terkait dengan cara bagaimana kita mendeliver produk kita hinggan sampai ke tangan konsumen , dan konsumen bisa merasakan manfaat dari produk yang kita miliki. Artinya jika kita menggambarkan dalam sebuh garis waktu, maka bagaimana kita mendelivered proruk kita harus dimulai dari fase “Pre” ke  “Present” dan akhirnya “Post“. Ini berarti adalah bagaimana kita mampu menciptakan demanding/Permintaan atas produk kita pada target konsumen dan mengeksekusinya dengan strategi marketing yang out the box serta mampu memberikan service yang beyond expectation. itulah yang saya pikir menjadi primarily key dari esensi aspek “How” untuk bisa menghasilkan produk yang marketable.

Untuk bisa terus berada di pasar dan terus berkompetisi, kerja keras tidaklah cukup. dibutuhkan langkah-langkah sistimatis dan cerdas serta akurat untuk mampu memenangkan kompetisi di pasar. jangan terjebak pada mainstream price war yang tidak hanya merugikan kita sebagi pebisnis, tapi juga konsumen kita. Mainstream price war tidak akan membuat produk kita menjadi sustainable, namun sebaliknya dengan menggunakan mainstream service war maka produk kita akan menjadi lebih sustainable dan tidak akan mudah untuk di replaceable. 

Bagaimana Dengan Produk Anda sekarang ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s