Business Reflection

Tulisan ini adalah sedikit refleksi atas perjalanan saya dalam memahami dunia bisnis, baik sebagai pelaku bisnis maupun sebagai profesional dalam bidang bisnis yang coba saya share.

Kebanyakan pebisnis yang masih berada pada fase start-up atau growth seringkali ditemukan kemiripan didalam karakter mereka mengelola bisnis. Mereka lebih menfokuskan diri meraka pada 1 hal yang sama, yaitu “omzet”, dan sering kali hal tersebut akhirnya membuat elemen-elemen lain yang seharusnya ada dalam bisnis menjadi tidak maksimal, bahkan bisa tidak tersentuh sama sekali. Kebanyakan pebisnis yang saya temui dan saya kenal, selalu memfokuskan segala upaya dan strategi untuk meningkat target omzet mereka dari waktu kewaktu. sebenarnya saya tidak melihat ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan, hanya saja saya tidak sepakat jika segala sesuatu hanya difokuskan pada marketing saja. saya sering berfikir, apakah ini disebabkan karena miskonsepsi mereka atas hukum pareto dalam ilmu bisnis yang mengatakan bahwa 80% hasil itu dikontribusikan dari 20% aktifitas, dan aktifitas tersebut adalah “Marketing”, sehinggan pada akhirnya seakan-akan marketing menjadi satu-satunya titik sentral dari bisnis.

Menurut saya ada 2 hal yang paling ditakutkan oleh seorang pebisnis, yang pertama adalah kehilangan pasar, dan yang kedua adalah kehilangan modal/cash. Sering kali para pebisnis yang masih dalam fase start-up dan growth berfikir bahwa jika kita fokus pada salah satu maka otomatis kita juga akan fokus pada hal lainnya. mereka fikir ketika aspek marketing bisa dimaintenance dengan baik, maka aspek modal/cash tidak akan bermasalah. dalam kenyataanya, saya banyak menemukan perusahaan yang kemudian menjadi klien saya justru sama sekali tidak bermasalah dengan marketingnya, bahkan ada yang sudak memiliki omzet hingga puluhan dan ratusan milyar pada akhirnya juga mengalami permasalahan dan berpotensi untuk bangkrut yang disebabkan oleh berbagai faktor diluar marketing, misalnya salah satunya terkait dengan pengelolaan cash flow.

Ada aspek fundamental yang perlu juga kita fokuskan dalam bisnis kita selain aspek marketing, yaitu ” Management”. Mungkin kata ini terdengar sederhana dan familiar di telinga kita, namun dalam aplikasinya tidak segampang kedengarannya. Saya sering menemukan bahwa banyak pengusaha yang menginterpretasikan manajemen hanya sebatas pada struktur organisasi yang ada dalam bisnisnya. Bagi saya esensi dari management yang sebenarnya terletak pada sinergi yang bisa terbentuk dari elemen-elemen yang ada didalam konsep management itu sendiri, dan sayangnya hal tersebut sering diabaikan oleh banyak pebisnis yang ada pada level start-up dan growth. Banyak perusahaan yang collaps bukan karena aspek kegagalan marketing, namun lebih kepada aspek manajerial yang ada di dalam perusahaan itu sendiri.

Bagi saya, sudah seharusnya sebagai seorang pebisnis, kita juga harus menaruh perhatian kita pada aspek manajemen yang ada di dalam perusahaan kita agar bisa menciptakan sebuah sinergi yang positif dalam pertumbuhan bisnis kita. Untuk bisa menghasilakn sinergi,kita tidak bisa hanya memfokuskan pada satu atau dua aspek saja dalam manajemen bisnis kita. Kita seringkali dihadapkan pada sebuah propaganda mengenai keandalan beberapa aspek dalam manajemen yang dikatakan akan mampu menciptakan kesuksesan bagi bisnis kita. kesuksesan dari sebuah manajemen bisnis tidak hanya bisa hanya dihasilkan dari satu dua aspek yang ada didalamnya, dibutuhkan kerjasama yang saling melengkapi pada setiap unsur yang ada di dalam bisnis kita.

Apa yang bisa kita lakukan untuk bisa menghasilkan sinergi dalam manajemen bisnis kita? sebenarnya management tidak lebih dari sebuah media atau tools yang bisa membantu kita untuk mengembangkan bisnis kita. kunci keberhasilannya bukan terletak pada media apa atau tool apa yang kita gunakan, namun lebih kepada siapa yang menggunakan media atau tools tersebut. “It’s Always About The Man Behind The Gun”. Keberhasilan sebuah bisnis bukan hanya terletak pada strategi yang hebat, atau fasilitas yang canggih, tetapi justru tergantung pada siapa yang menyusun dan mengimplementasikan strategi tersebut, juga tergantung pada orang yang menggunakan fasilitas yang dimiliki.

Sudah waktunya para pebisnis yang berada pada fase start-up atau growth untuk melakukan re-thinkin tentang bagaimana mereka menjalankan bisnis mereka. Mereka seharusnya juga bisa fokus pada bagaimana menciptakan sinergi dari apa yang ada pada bisnis anda ketimbang hanya fokus pada aspek marketing semata. Untuk bisa menciptakan sebuah sinergi dalam bisnis kita, terlebih dahulu kita harus paham betul atas konsep bisnis yang kita jalani. Banyak pebisnis yang menjalankan bisnisnya seperti air mengalir (always depend on fate). Mereka belum memiliki gambaran dan konsep bisnis yang mereka jalani. Ada semacam kebiasaan di kalangan pebisnis pada level ini yang saya temui, mereka lebih agresif untuk melakukan action ketimbang melakukan planning atau hal-hal yang bersifat konsep dalam bisnisnya. padahalnya kalo kita telusuri, sebuah action itu terlahir dari sebuah planning yang didasari oleh sebuah konsep, hanya saja yang terjadi adalah by-pass dari logika ini di kalangan pebisnis dalam level ini.

Dalam sebuah kesempatan mengikuti sebuah short course bisnis di negeri seberang, saya mendapatkan sebuah wacana mengenai bagaimana para entrepreneur di luar sana memulai bisnis mereka. Sebelum memulai sebuah bisnis, mereka terlebih dahulu mengidentifikasi aspek-aspek apa saja yang mereka miliki dan butuhkan untuk mebangun bisnis tersebut ke depan. kemudian mereka membangun sebuah konsep dari bisnis yang akan mereka kerjakan. konsep bisnis yang mereka bangun setidaknya akan memberikan gambaran kepada mereka bagaiama perkembangan dari bisnis yang akan mereka lakukan dan bagaimana agar target pertumbuhan itu dapat tercapai.  Hal ini dilakukan pada fase awal sebelum sebuah bisnis dibangun. Pola ini sangat berbeda dengan kebanyakan pebisnis yang saya temui.

saatnya para pebisnis sedikit menurunkan speed bisnisnya dan berhenti sejenak  untuk bisa melakukan perubahan-perubahan dalam bisnisnya agar bisa melakukan lompatan yang lebih jauh lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s