Accounting: From Score Keeper menjadi Score Maker

Kemarin saya baru saja mengikuti sharing tentang financial literacy bersama
teman-teman TDA Surabaya. Sebelumnya saya sudah membayangkan kira-kira seperti
apa bahasan pada acara sharing kemarin, apakah sama dengan sama dengan sebuah
diskusi yang pernah saya hadiri beberapa tahun lalu yang membahas tentang ” The
Power of Number in Business”? tapi setelah saya ikuti ternyata apa yang
disharingkan kemarin masih berkutat pada aspek normatif dan mendasar dari sebuah
fungsi akuntansi dalam perusahaan. mungkin karena memang saya adalah bagian dari
masyarakat akuntansi dan berprofesi sebagai Akuntan Pendidik.

Sebenarnya apa yang disampaikan kemarin, sebahagian besar dalam dunia akuntansi
merupakan basic knowlage yang harus dimiliki oleh seorang akuntan. namun ini
harus juga dimiliki oleh seorang pebisnis jika dia ingin mengetahuan mengenai
kondisi kesehatan dalam bisnisnya. konsep yang dipelajari kemarin dalam
akuntansi itu dikenal dengan score keeper, dimana itu adalah paradigma
tradisional dalam dunia akuntansi. karena kemarin kebanyak kita diajak untuk
mencatat dan merekam suatu transaksi dalam sebuah model pencatatan keuangan
tertentu,baik itu dalam bentuk T-Account ataupun dalam bentuk Rosetta Stone.

Namun seiring dengan perubahan lingkungan yang signifikan, akuntansi tidak hanya
bisa menjadi score keeper saja tapi dia telah bermetamorfosa dengan memasuki
level yang lebih tinggi lagi yaitu sebagai score maker ditengah penentuan
keputusan bisnis dan strategi perusahaan. apa yang dimaksud dengan score maker?
score maker, yakni seseorang yang juga berperan dalam mencetak laba. akuntansi tidak
lagi hanya sekedar menjadi snapshot atas historical event yang terjadi, namun
dia juga harus mengambil bagian penting dalam setiap historical event yang
terjadi dalam perusahan.

sebagai seorang pebisnis khususnya kita yang masih dalam level kecil menengah,
saat ini dituntut untuk bisa memahami aspek keuangan dalam hal ini akuntansi di
perusahaan kita. Warrent Buffet, seorang taipan bisnis di amerika pernah berkata
“jika seorang pebisnis tidak menguasai akuntansi, maka dia tidak akan bisa
berbisnis”, ini menunjukan bahwa betapa pentingnya pemahaman yang lebih terhadap
aspek akuntansi keuangan di perusahaan kita. namun dengan kondisi bisnis yang
semakin kompleks, dan dengan tingkat persaingan yang semakin keras, pemahaman
atas informasi keuangan yang dihasilkan oleh proses akuntansi tidaklah cukup.
kita harus mampu menjadi infomasi keuangan yang dalam bisnis kita ikut berperan
dalam proses pembentukan kinerja dengan men-drive value di perusahaan kita. ini
adalah esensi dari akuntansi sebagai score maker atau yang disebuat sebagai
accounting V.2.

konsep accounting V.2 mengandung filosofis mengenai value driven dari setiap
informasi keuangan diluar bentuk laporan keuangan (informasi yang sudah muncul
dalam proses penyusunan laporan keuangan)untuk bisa mempengaruhi secara positif
3 value yang ada di dalam perusahaan kita, yaitu employment value, customer
value, shareholder value. hukum pareto mengatakan bahwa 80% akibat sebenarnya
berasal dari 20% penyebeb utama. Artinya bahwa 80 % hasil perusahaan sebenarnya
berasal dari 20% kegiatan total perusahaan, jadi fokuslah pada aktivitas 20%
untuk bisa memaksimalhakn aspek 80% dari elemen yang mempengaruhi cash flow.
Kita harus bisa memanfaatkan informasi keuangan (bukan dalam bentuk Laporan
Keuangan saja) untuk bisa mengambil bagian dari 20% yang membentuk 80% tadi
dengan cara melakukan cross-fuction untuk menciptakan value added bagi lini yang
berada pada kelompok 20% tadi. Sehinggan disini kita sebagai pebisnis dituntut
tidak hanya memahami dan memanfaatkan informasi keuangan dalam bentuk laporan
keuangan semata, tapi juga mampu memanfaatkan informasi yang ada dalam proses
pembentukan laporan keuangan itu sendiri. Dengan begitu kita akan bisa selalu
menjadi informasi akuntansi sebagai salah satu pertimbangan dalam setiap
pengambilan keputusan rutin dalam bisnis kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s